Sunday, February 01, 2009

Strategi Sukses Ketika Ekonomi Memburuk


Sama halnya dengan pengusaha, seorang pegawai juga perlu strategi untuk sukses di kala situasi ekonomi sedang buruk.

Memang, ada sejumlah pihak yang berpendapat, percuma seorang pegawai punya strategi di saat ekonomi sedang memburuk. Alasan yang sering diajukan adalah banyak hal lain diluar kendali sang karyawan ketika kondisi ekonomi sedang melorot. Apalagi karyawan yang bekerja di sebuah kelompok usaha raksasa. Mereka hanya bisa bersiap menunggu nasib apa yang akan menimpanya.

Bagaimanapun juga, memiliki rencana tentu jauh lebih baik daripada tidak memiliki rencana sama sekali. Rencana itu akan membuat kita makin fokus, juga membuat Anda lebih cermat dan mawas diri atas apa yang ada di sekeliling. Entah itu ancaman atau kesempatan.

Karena itu, tidak ada salahnya seorang pegawai merencanakan kesuksesan karier mereka di saat ekonomi sedang sulit. Robert Half, seorang konsultan karier memberikan lima strategi yang harus dipersiapkan seorang pegawai di kala ekonomi sedang sulit.

Terbuka pada Perubahan

Adalah hal yang wajar bila seseorang selalu berpegang pada cara-cara lama ketika ketidakpastian sedang melanda hidupnya. Mereka sulit melepaskan cara itu karena merasa nyaman dan juga menilai cara-cara yang lama itu sudah terbukti keberhasilannya. Namun, di tengah ketidakpastian, seseorang harus terbuka dengan berbagai cara-cara terbaru, pandangan baru. Sebab, tantangan yang adapun selalu baru serta berbeda dari sebelumnya. Syaratnya, harus ada antusiasme terhadap hal-hal baru itu. Jangan terlalu menghakimi cara-cara baru tersebut.

Mencari Peluang Baru

Mencari peluang baru adalah hal yang selalu disampaikan ketika situasi sedang buruk. Makanya, tidak ada salahnya Anda mencari peluang-peluang fresh di luar perusahaan tempat Anda bekerja. Jangan ada perasaan bersalah ketika mencari peluang di luar perusahaan yang sekarang. Ini bukan persoalan pernikahan di mana Anda mencari kesempatan untuk berselingkuh. Ini persoalan bisnis. Loyalitas Anda bukan pada perusahaan di mana Anda bekerja. Loyalitas pada profesi yang sedang Anda geluti. Apakah itu akuntan, staf administrasi, atau jurnalis. Selain mencari peluang di luar, cari juga peluang di dalam perusahaan Anda. Bisa jadi, dengan pengurangan karyawan Anda dituntut untuk menjalankan tugas baru dengan tanggung jawab baru. Lihat itu sebagai kesempatan untuk membuktikan kemampuan Anda, juga untuk belajar hal baru.

Jangan Berlebihan

Sebaiknya, Anda jangan terlalu berlebihan dalam melakukkan segala hal. Kita tetap harus tahu batasan-batasan yang ada. Membicarakan ide-ide baru tentu hal penting. Namun, jangan kemudian terlalu mengurusi pekerjaan yang sebenarnya bukan jadi bagian Anda atas dasar eksplorasi tentang ide baru. Anda tetap harus tahu diri. Sikap yang berlebihan ini akan membuat hubungan kerja makin tidak nyaman. Bisa-bisa Anda dituding sedang cari muka, atau sedang menyelamatkan diri sendiri. Sewajarnya saja.

Tetap Tenang

Anda harus tetap tenang meski kondisi ekonomi sedang tidak baik. Ketenangan ini akan memudahkan Anda untuk tetap fokus pada pekerjaan Anda dan membuat Anda bisa menentukan langkah-langkah apa yang perlu diambil. Ketenangan juga akan membuat Anda merasa lebih optimistis dalam menghadapi semua persoalan yang ada. Ada baiknya, untuk menjaga ketenangan ini Anda melakukan hal-hal yang Anda sukai. Seperti bermain musik, membaca, atau hal menyenangkan lainnya.

Tahu Batas Skill Anda

Yang terakhir adalah tahu kemampuan dan batasannya. Kemampuan mengetahui batas kemampuan Anda ini perlu agar bisa tahu peluang-peluang apa yang bisa diambil. Selain itu, tahu batas skill ini juga penting untuk tahu apa-apa yang harus Anda tingkatkan jika mengincar kesempatan baru. Bagaimanapun juga, pasar kerja tentu lebih suka memilih pekerja yang punya skill-skill yang paling baru untuk mengisi posisi tertentu. Dengan terus memperbaharui dan meningkatkan skill Anda, Anda terus membuat diri Anda masuk dalam pencaturan tenaga kerja.

Sumber : http://lifestyle.okezone.com

1 komentar:

Fanda said...

Good post!
Selain terbuka pada perubahan, kita juga harus berani untuk berubah. Kalau tempat kerja yg sekarang tidak mendukung perubahan sesuai jaman, kita harus berani untuk pindah ke tempat baru yg lebih kondusif, meski utk itu kita hrs mulai belajar lg, adaptasi lg.