Sunday, May 24, 2009

Olahraga : Shakhtar Donetsk Juara Piala UEFA 2008-2009


Shaktar Donetsk, membuat kejutan di Piala UEFA. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, klub asal Ukraina itu mengangkat trofi bergengsi Eropa.

Stadion Sukru Saracoglu di Istanbul menjadi saksi sejarah, saat Shakhtar berhasil mengalahkan tim Jerman Werder Bremen 2-1, Kamis (21/5/2009). Dua pemain asal Brasil, Ilsinho dan Jadson menjadi penentu kemenangan Shakhtar dengan gol-gol yang mereka sumbangkan.

Sejak awal, tanda-tanda kemenangan Shakhtar telah terlihat. Babak pertama mutlak menjadi milik Shakhtar. Dimotori bocah ajaib asal Brasil, Ilsinho, Hirnyky (julukan Shakhtar-Red) memborbardir habis pertahanan Bremen.

Werder yang turun tanpa jenderal lapangan Diego Ribas, kelimpungan mencari jalan keluar melakukan penyerangan. Werder berada di bawah bayang-bayang Shakhtar. Berkali-kali tusukan Ilsinho dari sisi kanan berhasil merusak pertahanan Werder.

Akhirnya pada menit ke-25, rangka gawang Bremen yang dikawal Tim Wiese kemasukan bola. Adalah upaya Ilsinho yang menyebabkan Werder tertinggal 0-1.

Sontekan kecil yang dilakukannya berhasil mengecoh Naldo dan bola diarahkannya kepada kompatriotnya, Luiz Adriano. Dengan satu sontekan pula, Adriano berhasil mengarahkan bola melewati Wiese.

Sepuluh menit berselang Werder menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas jarak jauh Naldo. Gol bek jangkung ini tercipta murni karena kesalahan kiper Andriy Pyatov yang tidak siap menghalau bola.

Di babak kedua Werder ganti memegang kendali permainan. Meski berupaya balik menggempur, lawan Bremen yang diasuh mantan pelatih Inter Milan, Mircea Lucescu, masih dapat mengimbangi skenario yang coba dikembangkan tim asal Jerman.

Kedua tim saling balik menyerang. Tapi satu peluang terbaik di babak kedua menjadi milik Bremen; di menit 70, sundulan Claudio Pizarro seharusnya berubah menjadi gol apabila Pyatov tidak melakukan penyelamatan gemilang.

Sundulan Pizarro menjadi aksi menegangkan terakhir di 45 menit kedua. Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Di sini, petaka menjamah Werder. Satu lagi pemain Brasil yang memperkuat Shakhtar, Jadson, memberikan keunggulan bagi Shakhtar usai memanfaatkan umpan bek kanan Darijo Srna. Kesalahan kiper juga memainkan peran dalam gol kedua Shakhtar di menit ke-97, di mana Wiese membiarkan bola melewati pegangannya.

Hingga perpanjangan waktu usai, Werder gagal menyamakan kedudukan. Walhasil, Shakhtar berhasil mencetak sejarah sebagai pemegang terakhir Piala UEFA, karena mulai musim depan nama turnamen diubah menjadi UEFA Europa League.

sumber gambar : uefa.com

1 komentar:

Kerajinan Koran said...

Promosiksn binis Anda melalui Artikel. Mempromosikan bisnis melalui artikel akan lebih menguntungkan karena bisa memberikan gambaran lebih detail untuk produk atau jasa yang ditawarkan.