Sunday, May 24, 2009

Ekonomi : Tetapkan Harga Dasar Kedelai


Perajin tahu tempe yang tergabung dalam Primer Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Primkoppti) minta pemerintah mengeluarkan kebijakan harga dasar terhadap kedelai guna menjamin kelangsungan hidup usaha mereka.

"Paling dikhawatirkan perajin yakni fluktuasi harga, seperti terjadi tahun lalu banyak pengrajin tutup usaha akibat harga beli tidak menentu, makanya perlu harga distandarkan," kata Ketua Primkoppti Jakarta Selatan Sutaryo di Jakarta, Sabtu (23/5).

Selain menguntungkan bagi perajin, kata Sutaryo, harga dasar memberikan jaminan kepada petani kedelai di Indonesia sehingga tidak perlu khawatir harga jual anjlok disaat panen raya tiba.

Para petani sangat cemas soal harga terutama saat panen raya tiba sebab biasanya cenderung turun ke tingkat paling bawah. "Namun, bila ada harga dasar dapat menyanggah supaya tidak ambruk," kata Sutaryo.

Dengan harga yang terjamin, petani akan semakin termovitasi menanam kedelai, dengan demikian akan mendorong produksi dalam negeri meningkat sehingga impor bisa dikurangi.

"Saat ini produksi kedelai petani kita hanya sekitar 400 ton per tahun, hanya mampu penuhi 20 persen dari total kebutuhan kedelai nasional yang mencapai 2,2 juta ton per tahun," kata Sutaryo.

Sebanyak 1,8 juta ton masih dipenuhi dari kedelai impor beberapa negara seperti Amerika Serikat guna memenuhi konsumsi kedelai nasional yang terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk makin cepat. "Kedelai saat ini bukan hanya untuk industri pembuatan tahu tempe saja, tetapi makin beragam seperti susu dan berbagai produk makanan lainnya, ini mendorong permintaan dalam negeri makin tinggi, makanya sudah saatnya pengembangan kedelai dipacu dengan memberi jaminan harga secara layak,"kata Sutaryo.

Harga kedelai di pasaran dalam negeri saat ini berkisar Rp 6.600 hingga Rp 6.700 per kilogram (kg), membaik bila dibandingkan pertengahan tahun 2008 lalu yang sempat melonjak Rp 8000-10000 per kg.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com

Read More......

Olahraga : Shakhtar Donetsk Juara Piala UEFA 2008-2009


Shaktar Donetsk, membuat kejutan di Piala UEFA. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, klub asal Ukraina itu mengangkat trofi bergengsi Eropa.

Stadion Sukru Saracoglu di Istanbul menjadi saksi sejarah, saat Shakhtar berhasil mengalahkan tim Jerman Werder Bremen 2-1, Kamis (21/5/2009). Dua pemain asal Brasil, Ilsinho dan Jadson menjadi penentu kemenangan Shakhtar dengan gol-gol yang mereka sumbangkan.

Sejak awal, tanda-tanda kemenangan Shakhtar telah terlihat. Babak pertama mutlak menjadi milik Shakhtar. Dimotori bocah ajaib asal Brasil, Ilsinho, Hirnyky (julukan Shakhtar-Red) memborbardir habis pertahanan Bremen.

Werder yang turun tanpa jenderal lapangan Diego Ribas, kelimpungan mencari jalan keluar melakukan penyerangan. Werder berada di bawah bayang-bayang Shakhtar. Berkali-kali tusukan Ilsinho dari sisi kanan berhasil merusak pertahanan Werder.

Akhirnya pada menit ke-25, rangka gawang Bremen yang dikawal Tim Wiese kemasukan bola. Adalah upaya Ilsinho yang menyebabkan Werder tertinggal 0-1.

Sontekan kecil yang dilakukannya berhasil mengecoh Naldo dan bola diarahkannya kepada kompatriotnya, Luiz Adriano. Dengan satu sontekan pula, Adriano berhasil mengarahkan bola melewati Wiese.

Sepuluh menit berselang Werder menyamakan kedudukan melalui tendangan bebas jarak jauh Naldo. Gol bek jangkung ini tercipta murni karena kesalahan kiper Andriy Pyatov yang tidak siap menghalau bola.

Di babak kedua Werder ganti memegang kendali permainan. Meski berupaya balik menggempur, lawan Bremen yang diasuh mantan pelatih Inter Milan, Mircea Lucescu, masih dapat mengimbangi skenario yang coba dikembangkan tim asal Jerman.

Kedua tim saling balik menyerang. Tapi satu peluang terbaik di babak kedua menjadi milik Bremen; di menit 70, sundulan Claudio Pizarro seharusnya berubah menjadi gol apabila Pyatov tidak melakukan penyelamatan gemilang.

Sundulan Pizarro menjadi aksi menegangkan terakhir di 45 menit kedua. Skor imbang 1-1 memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Di sini, petaka menjamah Werder. Satu lagi pemain Brasil yang memperkuat Shakhtar, Jadson, memberikan keunggulan bagi Shakhtar usai memanfaatkan umpan bek kanan Darijo Srna. Kesalahan kiper juga memainkan peran dalam gol kedua Shakhtar di menit ke-97, di mana Wiese membiarkan bola melewati pegangannya.

Hingga perpanjangan waktu usai, Werder gagal menyamakan kedudukan. Walhasil, Shakhtar berhasil mencetak sejarah sebagai pemegang terakhir Piala UEFA, karena mulai musim depan nama turnamen diubah menjadi UEFA Europa League.

sumber gambar : uefa.com

Read More......

Sunday, May 17, 2009

Manchester United Secure Title With Arsenal Draw


His future may be up in the air, but Sir Alex Ferguson nevertheless opted to start Carlos Tevez up front in place of Dimitar Berbatov. Rio Ferdinand remains sidelined, leaving Jonny Evans at the back and Ryan Giggs as captain. Darren Fletcher also started in midfield as Manchester United lined up in something of a 4-3-3 formation.

Arsenal were without injured goalkeeper Manuel Almunia, so Lukasz Fabianski started between the sticks, while further depletion meant that midfielder Alex Song played at centre-back. Emmanuel Adebayor was also missing, but Andrey Arshavin was healthy enough to return.

First Half

Manchester United flew out of the traps quickly, but there was some hesitation from Cristiano Ronaldo as he passed up a chance to pull the trigger.

Gradually, after a couple of broken-down forays into United territory, Arsenal started to monopolise possession and looked, for all intents and purposes, like the home side.

Thus, United were keen to hit on the break, which they did to good effect through Ronaldo. He left Song trailing and picked out Rooney, but the onrushing forward scuffed his running shot.

An otherwise tentative first ten minutes out of the way, the sides then each created a good chance. First, Arshavin clipped a glorious ball over the top which Robin van Persie didn't know what to do with; he headed tamely over in the end. Still, the Russian playmaker was getting warmed up, causing trouble with his direct approach.

At the other end, Rooney peeled off Bacary Sagna and headed Michael Carrick's fine flighted ball down and past Fabianski's near post.

During the second part of the first half, chances were few and far between, and the patterns of the early stages repeated themselves. Samir Nasri's drive deflected into the arms of Edwin van der Sar on the half-hour mark; Van Persie sent a looping header into the arms of the 'keeper soon after.

Nasri then blasted goal-wards from 10 yards out, but his off-target shot hit Van Persie with too much velocity for the Dutchman to flick for goal.

United went closest through Ryan Giggs, who ballooned over after being teed up by Rooney, and Ronaldo, who hit a free-kick wide just before the break.

Second Half

The opening minutes of the second period had some needle to them: Fabregas and Nasri were booked, adding to Van Persie and Arshavin's first-half cautions. Then the rain came on, and the game opened up significantly.

Nevertheless, it took until just before the hour-mark before a couple of chances occurred. For the Gunners, Kieran Gibbs rifled into the side netting after some great build-up play. Soon after, United's Fletcher centred the ball from the right and Tevez spun superbly, shrugging off Kolo Toure in the process. However, Fabianski was quick off his line and slid in to repel the Argentine, before Ronaldo hit Row Z.

On 66 minutes, Sir Alex Ferguson made a brave, and unpopular, change as his side continued to struggle. Park Ji-Sung replaced Tevez, who proceeded to wave to the crowd on would could prove to be his last ever home game for the Red Devils.

Arsene Wenger raised the stakes further, sending Nicklas Bendtner and Theo Walcott on for Nasri and Arshavin.

One of the new boys, Park, actually did have the ball in the net shortly after his introduction. Ronaldo surged through the middle and, after teasing Fabianski, squared for the South Korean to roll home. However, they didn't get the benefit of the doubt and the Portuguese was flagged offside.

On 78 minutes, following some extended Arsenal pressure, Ronaldo went agonisingly close with a 20-yard free-kick effort which wouldn't quite curl inside the right-hand post.

The final ten minutes would be nervy for the home faithful. On 83', Song imitated a battering ram and charged through the home rearguard, before Fabregas' shot was touched wide by Van der Sar.

In injury time, Michael Carrick got his head on Van Persie's free-kick, for the second time in the game, but there was to be no late drama.

Thus it finished. It wasn't exactly pretty on the day, though Manchester United are the Premier League Champions 2008/09, completing their second top-flight hat-trick!




Read More......

Thursday, May 14, 2009

Harga Minyak Menyusut


Harga minyak mentah turun dari posisi tertinggi enam bulan pada Rabu (13/5) waktu setempat, terseret turun oleh penurunan tajam di Wall Street, setelah data penjualan ritel mengindikasikan tidak membantu pemulihan ekonomi AS dari resesi.

Kontrak berjangka utama New York, minyak mentah jenis "light sweet" untuk pengiriman Juni, jatuh 83 sen menjadi ditutup pada 58,02 dollar AS per barel. Pada Selasa, kontrak telah mencapai sebuah posisi tertinggi enam bulan pada 60,08 dollar AS.

Di London, minyak mentah "Brent North Sea" untuk pengiriman Juni, turun 60 sen dari harga penutupan Selasa, menjadi mantap pada 57,34 dollar AS per barrel.

"Minyak, di antara komoditas lainnya, telah diuntungkan dari penguatan pasar saham dalam beberapa pekan terakhir," kata Bart Melek dari BMO Capital Markets. "Pasar sedang melepaskan beberapa dari kenaikannya," tambah dia.

Saham-saham Wall Street diperdagangkan turun tajam, karena para investor resah tentang sebuah penurunan tak terduga pada penjualan ritel AS April.

Melemahnya data belanja konsumen, yang mengendalikan dua pertiga aktivitas ekonomi AS, memberikan bahwa para konsumen akan terus berhati-hati dalam menghadapi meningkatnya pengangguran dan kredit ketat. "Kekecewaan besar" dari laporan departemen perdagangan tersebut, kata Belek, menekan pasar minyak.

Dalam perdagangan harian, harga minyak semula memantul naik setelah Departemen Energi (DoE) mempublikasikan laporan mingguan stok minyak di AS.

Sesudah, sembilan pekan berturut-turut meningkat, persediaan minyak mentah turun 4,7 juta barrel pada pekan lalu, mengagetkan sebagian besar analis yang telah memperkirakan sebuah kenaikan.

Persediaan bensin juga mencatat penurunan mengejutkan, jatuh 4,1 juta barrel, mengalahkan ekspektasi tetap bertahan. Namun demikian, produk destilasi, seperti minyak disel dan baha bakar pemanas, naik lebih kecil dari perkiraan, satu juta barrel.

Meski laporan DoE seperti itu, kata Melek, sejumlah rincian menyatakan "beberapa suara lunak agak negatif." Permintaan minyak di konsumen energi terbesar dunia itu "secara substansial turun cepat," catat dia.

Menurut laporan DoE, dalam empat pekan lalu, konsumsi warga Amerika rata-rata 18,2 juta barrel per hari. Itu berarti 7,9 persen lebih rendah dari setahun lalu.

OPEC pada Rabu, menurunkan lagi proyeksinya untuk permintaan minyak dunia, 1,57 juta barel per hari, atau 1,83 persen, pada 2009. "Masih sangat berisiko, karena fundamental pasar minyak jauh dari seimbang akibat berlanjutnya kontraksi permintaan dan meningkatnya pasokan," kata Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dalam sebuah laporan bulanannya.

"Apakah sentimen ini akan medorong sebuah pemulihan berkelanjutan, meski pelemahan kuat fundamental pasar masih terlihat."

Kartel yang memproduksi 40 persen dari minyak mentah dunia ini, telah memproyeksikan kontraksi 1,37 juta barrel per hari untuk 2009 dalam laporan bulanan April.

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com



Read More......

Monday, May 11, 2009

Gaji Perawat di Luar Negeri Rp 60 Juta Per Bulan, Mau?


Sekalipun Indonesia belum mempunyai UU Keperawatan, ternyata sudah banyak perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri, bahkan gajinya bisa mencapai Rp 60 juta per bulan.

"Soal skill kita tidak kalah dengan perawat asing. Paling soal bahasa dan upgrading keperawatan bidang-bidang tertentu," kata Direktur Kerjasama Luar Negeri Kawasan Asia Pasifik dan Amerika Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Haposan Saragih saat Jumpa Pers Hari Kebangkitan Perawat Indonesia di Jakarta, Senin (11/5). Jumpa pers itu untuk menyambut Hari Perawat Dunia sekaligus pencanangan Hari Kebangkitan Perawat Indonesia esok hari.

Menurut Haposan, sampai saat ini kebutuhan dunia terhadap perawat semakin meningkat. Berikut beberapa negara yang membutuhkan perawat Indonesia, di antaranya Jepang yang membutuhkan 1.000 orang untuk dua tahun (2008-2009), Amerika (1 juta perawat), Kanada (hampir 1 juta orang), dan Inggris (3.000 perawat).

Bagi perawat yang berminat bekerja ke luar negeri, tambahnya, tidak akan mengeluarkan biaya banyak. Sebagai contoh, ia menjelaskan soal proses yang harus dilalui jika ingin menjadi perawat di Jepang. Biaya yang diperlukan Rp 1.100.000 untuk paspor dan pelatihan awal di sana. Tesnya hanya wawancara yang dilakukan oleh perwakilan Jepang di Indonesia.

Soal bahasa, para perawat belajar di Indonesia selama 4 bulan dan 2 bulan di Jepang. "Wawancaranya memakai bahasa Indonesia, ada transleter-nya," jelas Haposan.

Gaji

Terkait dengan gaji yang diterima para perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri, Ketua Umum Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Prof Achir Yani S Hamid, MN, D.N., Sc menyampaikan, di Kuwait perawat Indonesia yang berjumlah 700-an gajinya berkisar Rp 20 juta- Rp 22 juta dengan biaya hidup ditanggung.

Di Jepang, gaji perawat Indonesia berkisar Rp 11 juta-Rp 17 juta per bulan. "Untuk fasilitasnya beragam. Ada yang ditanggung penuh oleh rumah sakit, ada yang sebagian saja," kata Achir.

Di Belanda gajinya 20-30 juta dan di Amerika Serikat 40-60 juta dengan biaya hidup ditanggung sendiri oleh perawat.

Menurut Achir, ada sekitar 4.000 perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri. Untuk itu, lanjutnya, PPNI memberikan perhatian kepada mereka supaya kewajiban dan haknya terjamin. "Kami lobi asosiasi keperawatan di negara di mana perawat kita bekerja supaya para perawat kita dijadikan anggota asosiasi mereka," pungkas Achir

sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com



Read More......